Sabtu, 19 Februari 2011

PENYEMPURNAAN SISTEM INFORMASI KESEHATAN KABUPATEN/ KOTA



Latar Belakang
         Sejak pelaksanaan desentralisasi sektor kesehatan tahun 2001, SIK di berbagai tingkat pemerintahan kurang berjalan lancar
         Arus informasi dari Puskesmas (SP2TP) & RS (SP2RS) ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan ke Dinas Kesehatan Provinsi, serta dari propinsi ke pusat kurang lancar
         Data dan Informasi diperlukan untuk masukan dalam proses pengambilan keputusan, serta meningkatkan manajemen program kesehatan
         Desentralisasi sektor kesehatan sesuai UU  No. 22/1999 yang diperbaharui dengan UU  No. 32/2004 menuntut pembaharuan sistim informasi kesehatan kabupaten & propinsi
         Pembaharuan SIK kab/kota harus mencakup informasi rutin dari Puskesmas dan rumah sakit, unit pelayanan kesehatan swasta,dan UPT Dinas Kesehatan Propinsi

Analisis Situasi
KEKUATAN
         SIK Nas dikembangkan dengan memadukan SIK daerah dan Sistem Informasi lain yang terkait, seperti:
        Data fasilitas kesehatan
        Data berdasarkan masyarakat
        Data upaya kesehatan
        Data pembiayaan kesehatan
        Data SDM kesehatan
        Data obat dan perbekalan kesehatan
        Data pemberdayaan masyarakat di bidang kes
        Data manajemen kesehatan
KELEMAHAN
         Data kurang akurat
         Pengiriman dari puskesmas/RS tidak tepat waktu
         Data yang dikumpulkan terlalu banyak
         Memberi beban kepada petugas
         Kuantitas dan kualitas tenaga pelaksana SIK kurang
         Pengolahan dan pemanfaatan data di berbagai tingkat administrasi masih belum optimal
         Umpan balik jarang dilakukan
         Perlengkapan komputer kurang memadai
         Dana terbatas
         Belum mengakomodasi data dari sektor lain
PELUANG
         Pemerintah daerah mempunyai peluang untuk mengembangkan SIK DA, sesuai dengan kebutuhan terutama dalam kaitan penyelenggaraan UW – SPM

Tantangan SIK
         Kebutuhan informasi untuk manajemen otonomi sektor kesehatan
         Penyederhanaan dan integrasi pencatatan & pelaporan data
         Perngembangan sumber daya manajemen SIK
         Optimalisasi penggunaan data untuk advokasi, perencanaan & pengelolaan program
         Pengembangan jaringan  SIK, termasuk sektor lain dan upaya swasta
         Penggunaan sumber data lain yang tersedia: survei, data sektor lain

Tujuan
Menyempurnakan SIK Kab/Kota dan mendaya-gunakan informasi yang tersedia sebagai masukan dalam manajemen kesehatan dan dalam proses pengambilan keputusan.

Manfaat
         Menghasilkan SIK Kab/Kota yang sesuai dengan kebutuhan manajemen  desentralisasi sektor kesehatan, termasuk UW-SPM
         Mengoptimalkan penggunaan data untuk advokasi dan pengelolaan program kesehatan
         Dapat memberikan gambaran kinerja sektor   kesehatan kab/kota

Prinsip Umum dalam Penyelenggaraan SIK
         SIK bagian integral dari Sistem Kesehatan
         Setiap data/informasi yang dikumpulkan harus jelas kegunaannya
         Setiap perubahan dalam pencatatan dan pelaporan harus dikaitkan dengan peningkatan upaya pelayanan kesehatan dan tidak menghilangkan infomasi yang penting
         Desain SIK harus disesuaikan dengan kemampuan menajerial unit pelaksana
         Tidak terjadi duplikasi data
         Kemampuan menggunakan alternatif sumber data lain, misalnya hasil survei, sensus dan sumber data sekunder lain

Kriteria Pemilihan Indikator pada SIK
         Berguna untuk kegiatan program setempat
         Relevan untuk monitoring
         Dapat diukur dan dapat dikumpulkan secara rutin
         Sahih, konsisten, dapat dipercaya dan sensitif pada perubahan (menunjukkan keadaan yang sebenarnya)
         Sederhana, mudah dipahami dan etis
         Mencakup indikator UW-SPM dan RPJM 2004-2009, IS 2010, kinerja sistem kes. serta kecenderungannya

Penyesuaian Substansi SIK
         Upaya penyesuaian harus didasarkan pada situasi epidemiologi setempat dan sesuai dengan kebijakan lokal
         Dengan pemilihan upaya PKD yang penting dan relevan, sektor kesehatan dapat lebih mengkonsentrasikan program kesehatan hanya pada program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat
         Acuan pemilihan upaya PKD Puskesmas adalah Urusan Wajib-Standar Pelayanan Minimal, disamping keadaan spesifik setempat

Contoh: UW-SPM : Penyelenggaraan YanKes Dasar
         YanKes Ibu & Bayi baru Lahir
         YanKes Bayi & Anak Pra Sekolah
         YanKes Anak Usia Sekolah & Remaja
         YanKes Usia Subur
         YanKes Kerja
         YanKes Usia Lanjut
         Yan Imunisasi
         YanKes Indera
         YanKes Jiwa Masy.
         Yan Pengobatan dan Perawatan Kes. Masy.

Temuan Lapangan
         Masih terjadi tumpang-tindih/duplikasi dalam pencatatan (kohort Ibu, buku KIA, status poliklinik)
         Sudah terdapat komputerisasi sistem pencatatan
         Analisis periodik SIK yang ada jarang dilakukan
         Data yang dikumpulkan secara rutin terlalu banyak, sehingga menimbulkan beban bagi petugas kes. pada tingkat operasional
         Data kurang memadai untuk digunakan dalam pengambilan keputusan (perencanaan dan manajemen), karena masalah kualitas dan kelengkapan
         Adanya fragmentasi dan tumpang tindih SIK yang ada (Puskesmas, RS, laporan program, laporan proyek, laporan khusus, dll)
         Kurangnya umpan balik bagi unit operasional
         Terbatasnya sumber daya SIK
                                     
Kesimpulan
         Dirasakan mendesaknya kebutuhan informasi untuk manajemen desentralisasi sektor kesehatan dan perencanaan yang baik
         Dibutuhkan peningkatan efisiensi dan efektivitas SIK, melalui penyederhanaan dan integrasi pencatatan & pelaporan
         Optimalisasi penggunaan data yang tersedia untuk advokasi, perencanaan & pengelolaan program
         Diperlukan pengembangan jaringan SIK, termasuk informasi dari sektor terkait dan upaya swasta
         Dianjurkan menggunakan sumber data lain, misalnya hasil survei, sensus dan sumber data sekunder lainnya
         Pusat data dan informasi,bersama unit utama Departemen Kesehatan, perlu mengkoordinasikan penyempurnaan SIK pada tingkat nasional

Tidak ada komentar:

Posting Komentar